Dia memukul paku ke pagar karena setiap kali dia kehilangan kesabarannya, ayahnya menyuruhnya menambahkan satu paku lagi. Setelah sering berkelahi di sekolah, pagar itu mulai penuh dengan paku. Hal itu membuatnya sangat kesal. Maka anak laki-laki itu berusaha untuk tetap tenang. Tak lama kemudian, dia pun berhenti berkelahi. Ayahnya kemudian berkata bahwa setiap kali dia berhasil mengendalikan emosinya, dia harus mencabut satu paku dari pagar. Seiring berjalannya waktu, semua paku itu akhirnya tercabut. Namun anak itu melihat bahwa lubang-lubang bekas paku masih terlihat jelas. Ayahnya menjelaskan, “Amarah meninggalkan bekas seperti itu. Kamu boleh meminta maaf, tapi luka yang ditimbulkannya bisa saja tetap ada selamanya.”
ADVERTISEMENT
Anjir lah tau gitu kalo coklatnya dibuang mending berantem lagi. (Tapi lebih intensif)
Kami di didik seperti itu dan di sekolah kami diceritain seperti itu
Aku suka. Brte
😢
Gantian temennya 😂
❤😅❤😅😅😅😅❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
Bot sejati samtemen guaJ
Is bae bae 🆚 Amerika Serikat🇺🇸
Kata anak tobat itu"i have no enemies"
High cortisol">:(" low cortisol😮💨
Aku pem-bully
Yo... esto no está pasando.
😊😊😊
Lake 👇 👇 👇
capek gak tuh😂😅😅
Aku suka
Aku suka ber kelahi 😂😂
Aku suka berkelah
👍🏻👍🏻👍🏻
Ya di tambal lah😹