0:00
0:48
0:48

Amarah Tinggalkan Lubang seperti Paku di Pagar

Entertainment

Dia memukul paku ke pagar karena setiap kali dia kehilangan kesabarannya, ayahnya menyuruhnya menambahkan satu paku lagi. Setelah sering berkelahi di sekolah, pagar itu mulai penuh dengan paku. Hal itu membuatnya sangat kesal. Maka anak laki-laki itu berusaha untuk tetap tenang. Tak lama kemudian, dia pun berhenti berkelahi. Ayahnya kemudian berkata bahwa setiap kali dia berhasil mengendalikan emosinya, dia harus mencabut satu paku dari pagar. Seiring berjalannya waktu, semua paku itu akhirnya tercabut. Namun anak itu melihat bahwa lubang-lubang bekas paku masih terlihat jelas. Ayahnya menjelaskan, “Amarah meninggalkan bekas seperti itu. Kamu boleh meminta maaf, tapi luka yang ditimbulkannya bisa saja tetap ada selamanya.”

ADVERTISEMENT
Comments 30 leon.mohaupt: Anjir lah tau gitu kalo coklatnya dibuang mending berantem …